Disnatalis AKAFARMA-AKFAR PIM Menggelar Seminar Kefarmasian

Dalam rangka Disnatalis AKAFARMA dan AKFAR PIM bekerjasama dengan PT.Phapros dan Kimia Farma mengadakan kegiatan Seminar Kefarmasian Daring dan Luring  (HYBRYD SEMINAR ) dengan tema ” Komunikasi Efektif Dan Pelayanan Swamedikasi Yang rasional” .  Seminar pada hari sabtu, 25 juni 2022 ini diikuti sekitar 600 lebih peserta terdiri atas 492 online dan 110 offline terdiri dari mahasiswa, profesi TTK, apotik , Rumah Sakit dan dinas kesehatan) .

Dr. apt. Bilal Subchan Agus Santoso,M.Farm  sebagai direktur AKFAR PIM  dalam sambutannya mengatakan seminar kali ini dilaksanakan dalam rangka disnatalis  untuk memberikan informasi , komunikasi dan edukasi kefarmasian. Saya berharap informasi tentang komunikasi dan swamedikasi dalam seminar ini dapat diserap peserta dengan baik.  Informasi berikutnya  Alhamdulillah PIM sudah dilakukan visitasi untuk menjadi POLTEKES.  Saat ini AKAFARMA-AKFAR  sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Terdapat tiga Jalur penerimaan mahasiswa yaitu regular pagi, reguler sore dan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) .   Besar harapan saya acara seminar HIBRID kali ini dapat  memberi manfaat sehingga kita mendapatkan wawasan lebih baik.

Materi pertama bertema ‘”Komunikasi Efektif Dalam Pelayanan Kefarmasian” disampaikan oleh Dr.Apt. Dian Nurmawati, M.Farm. Manajer bisnis apotek  PT.Kimia Farma. Dalam uraiannya dijelaskan bahwa komunikasi adalah sebuah ketrampilan. Ketrampilan tidak akan bisa kita kuasai tanpa latihan. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap kepada orang yang  berkomunikasi. Tujuan  berkomunikasi yaitu memudahkan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima pesan hingga terciptanya timbal balik dengan baik.

Selanjutnya materi kedua bertema ” Swamedikasi Rasional disampaikan oleh  apt. Endang Susilowati, M.Farm-Klin. Terdapat dua bentuk pelayanan obat di apotik yaitu pelayanan obat dengan resep dan pelayanan obat tanpa resep ( swamedikasi) . Dasar hukum yang digunakan yaitu  PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 919/MENKES/PER/X/1993 tentang kriteria obat yang dapat diserahkan tanpa resep.  Penyakit yang dapat diobati dengan swamedikasi yaitu penyakit ringan, umum dan tidak akut misalnya batuk, flu demam, nyeri, sakit maag, diare, kontipasi, penyakit kulit , alergi, dan kecacingan.

Seminar dalam rangka Farmafest 2022 ini mempunyai semboyan ,”Inovatif and a better live ” . Seminar diisi pula dengan pembagian doorprize dan stand pameran produk  diikuti presentasi memperkenalkan beberapa produk dari PT.Phapros antara lain Methisoprinol sebagai Immunodulator dan Immunostimulan sedangkan  dari Kimia farma memperkenalkan bedak Marcks. 

 

 

HUMAS PIM

The post Disnatalis AKAFARMA-AKFAR PIM Menggelar Seminar Kefarmasian appeared first on .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.