MENGAPA HARUS HATI-HATI MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN ?
Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Contohnya : mengawetkan pangan, memberikan warna, mencegah ketengikan dan meningkatkan citarasa. Dengan kata lain BTP digunakan untuk mempengaruhi kualitas pangan. Berdasarkan Permenkes Nomor 033 Tahun 2012, BTP dibedakan menjadi BTP yang diizinkan dan BTP yang dilarang atau berbahaya untuk digunakan. Untuk BTP yang diizinkan, penggunaannya harus diberikan pada batasan dimana konsumen tidak menjadi keracunan dengan mengkonsumsi tambahan zat tersebut yang dikenal dengan istilah ambang penggunaan. Sementara untuk kategori BTP yang dilarang, penggunaan dengan dosis sekecil apapun tetap tidak diperbolehkan.

Selasa & Rabu, 13-14 Desember 2022, Himpunan Akademi Analis Farmasi Dan Makanan (HIMANISMA) POLTEKKES PIM Mengadakan Sosialisasi BTP dengan peserta siswa-siswi SMA Negeri 7 dan SMK PIM . Sosialisasi dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis HIMANISMA Ke 5 dengan narasumber Meiria Istianasari AMd. SPd.M.Si. dan Andini, A.Md., M.Si. keduanya merupakan Dosen POLTEKKES PIM PRODI ANAFARMA. Kegiatan meliputi penyampaian informasi tentang BTP , praktek uji BTP dan ditutup dengan diskusi / tanya jawab.
Dalam uraiannya Andini, A.Md., M.Si. mengungkapkan , Berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 , tentang BTP, bahan yang dilarang digunakan pada pangan meliputi : Boraks/asam boraks, Asam salisilat dan garamnya, Dietilpirokarbonat, Dulsin, Kalium klorat, Minyak nabati yang dibrominasi, kloramfenikol,nitrofuranazon dan Formalin. Banyak makanan di sekitar kita yang menggunakan BORAKS (atau ketek bleng dalam bahasa jawa), misalnya : Gendar/Puli, lopis, Kerupuk puli. Dari segi rasa memang makanan tersebut digemari oleh masyarakat, namun dari segi kesehatan kurang baik jika mengandung BORAKS.

Beberapa Uji BTP yang dilakukan peserta sosialisasi diantaranya : Uji BORAKS dengan metode sederhana menggunakan kunyit dan kertas tumerik, Uji Boraks dengan nyala api , dan uji formalin menggunakan pereaksi asam kromatopat. Masing masing siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan uji BTP. Hasil Uji BTP akan diketahui perbedaan makanan yang menggunakan BTP berbahaya dan makanan tanpa BTP berbahaya.
Sosialisasi ditutup dengan diskusi dan pembagian Doorprize kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari mahasiswa HIMANISMA POLTEKKES PIM. Peserta sosialisasi bersemangat mengangkat tangan dan maju kedepan memberikan jawaban dari pertanyaan yang disampaikan.
HUMAS POLTEKKES PIM
The post MENGAPA HARUS HATI-HATI MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN ? appeared first on .


